The Amazing Spiderman : Who The Hell is Kirsten Dunst? I’ve got Emma Stone.

Sebenernya apa yang lo harapin dari The Amazing Spiderman setelah sekian judul film Spiderman pernah kita tonton dengan Tobey Maguire sebagai Peter Parker? Dateng ke gedung bioskop buat nonton The Amazing Spiderman adalah bukan pilihan utama, kecuali kalo tujuan utamanya adalah mantengin setiap adegan yang diperanin sama Emma Stone sambil ngomong ‘duhh…. ini cewek cakep banget ya?!’ Dan ternyata itulah alasan gua buat nonton film ini, Fetishme kepada Emma Stone. Hell yeah!

Apa sebenernya yang ditawarin dari film terbaru Spiderman ini cuma versi Reboot dari sequel awal yang dirilis tahun 2002 & dibintangin sama Tobey Maguire. Nggak ada hal mengejutkan di film ini. Peter Parker bakalan tetep tinggal sama Uncle Ben & Aunt May bukan sama Vicky Vette & Tifatul Sembiring. Di film ini juga Uncle Ben bakalan tewas ditembak perampok, bukan digebukin Habib Selon. Di Film ini pun Peter Parker ngedapetin kekuatan laba-laba supernya karena kena sengatan laba-laba hasil penelitian di OsCorp, bukan tersengat laba-laba karena pacaran di kebon raya bogor. Yang ngebedain di film ini cuma 1 & perbedaan itu adalah mutlak, yaitu adalah nggak ada nama Mary Jane sebagai Damsel in Distress, Sosok Mary Jane diganti dengan nama Gwen Stacy yang secara elegan, cakep, manis sekaligus mencuri hati diperankan oleh Emma Stone. Yummy!

Alkisah bokap dari Peter Parker adalah seorang ilmuwan bernama Richard Parker yang nitipin Peter ke Uncle Ben karena kehidupannya terancam oleh inovasi medis yang diciptakannya. Dari situ kita jadi tau kalo sebenernya bokap & nyokapnya Peter adalah seorang ilmuwan, hal yang nggak dijelasin di film-film Spiderman sebelumnya. Selebihnya film ini tetep sama kayak film-film Spiderman sebelumnya yang nyeritain awal mulanya Spiderman. Mungkin yang jadi perbedaan adalah di The Amazing Spiderman ini Peter Parker kegigit laba-laba di leher bagian belakangnya bukan di tangannya. Di Film ini juga diceritain gimana Spiderman bisa ngeluarin jaring laba-laba yang ternyata adalah benang sintetis bikinan, bukan jaring muncul secara natural dari dalam tubuhnya. Ini sesuai dengan apa yang ada di komik asli Spiderman, nggak kayak apa yang diceritain di film-film Spiderman versi Tobey Maguire sebelumnya. Logikanya kalo Spiderman bisa ngeluarin jaring secara natural dari dalem tubuhnya, kemungkinan pipisnya pun akan berbentuk jaring laba-laba, betul nggak?

Musuh Spiderman di film ini adalah Dr. Curtis Connors yang bermutasi genetik jadi Lizard (kadal), nggak tau apa nama kerennya, Lizard man mungkin ya? Tapi yang pasti musuh Spiderman kali ini nggak seintimidatif Sand Man, Green Goblin atau yang lainnya. Anehnya adalah di Film ini Spiderman/Peter Parker nggak berhasil nangkep penjahat yang ngebunuh Uncle Ben & nggak ada scene dimana Peter Parker ikutan ilegal wrestling di underground scene New York. Sutradara film ini (Marc Webb) ngilangin beberapa bagian yang menurut doi nggak penting & ngeganti hal itu jadi sesuatu hal yang lebih ringkas. Ini bukan hal yang buruk tapi juga bukan hal bagus, intinya ya biasanya, nggak istimewa kayak nongkrong di 711 (sevel) daripada nongkrong di Indomart.

Andrew Garfield dapet kesempatan buat meranin Peter Parker/Spiderman demi ngegantiin Tobey Maguire di Reboot terbaru film ini. Jujurnya gua ngerasa kalo ini adalah strategi buat nyaring penggemar baru Spiderman yang bakalan nerusin gelar Fanboy pendahulu-pendahulu mereka yang sekarang udah mapan gara-gara terkenal di acara Stand Up Comedy. Masalahnya Andrew Garfield itu nggak bisa total berperan sebagai Geek di film ini, semua orang (baca: Fanboy) juga tau kalo seorang Peter Parker adalah Geek. Cuma bedanya Geek kali ini maen skateboard & punya poster Mark Gonzales di tembok kamarnya (oke, dia juga punya poster film Rear Window & Albert Einstein). Plus ditambah dengan body Andrew Garfield yang kayaknya dia tuh tipikal badan anak remaja yang doyan Shuffle.

Gua udah sebut kalo Emma Stone adalah Damsel in Distress di film ini, oh sebentar…. Buang jauh-jauh bayangan Emma Watson, karena apa? Karena ini Spiderman, bukan Harry Potter. Emma Stone adalah Kunci dari film ini, Emma Stone yang bikin gw betah melototin alur film ini. Mini skirt yang doi pake, potongan poni rambutnya, gigi kecilnya yang tersusun rapih & senyumnya yang nyuri sebagian besar perhatian gua di film ini. Mungkin kalo nggak ada Emma Stone, bisa dipastiin gw bakalan tidur ngorok sama kayak gua ketiduran pas nonton Lewat Djam Malam. Tapi demi Emma Stone gw melek & memaksakan kesadaran gua utuh biarpun The Amazing Spiderman ini ceritanya standard & gak biasa aja. Jadi mulai sekarang gua bakalan nonton filmnya Emma Stone berikutnya. Karena apa? Karena Emma Stone adalah Kunci! Jadi siapapun sutradara film Hollywood yang ngerasa kompeten buat bikin film adalah wajib menaruh Emma Stone sebagai aktris pilihannya, karena apa? Karena Emma Stone adalah Kunci. Jadi sebenernya The Amazing Spiderman ya cuma tentang Emma Stone.

That’s it.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: